Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor

 

 

Penulis: Erwan M

Jakarta, penempatan pekerja migran Indonesia ke Saudia Arabia dengan sistim penempatan satu kanal (SPSK) akan dievaluasi jika hingga April 2023 belum ada penempatan.
Pasalnya,penempatan PMI dengan SPSK itu masih dalam uji coba.Hingga 6 bulan sejak dikeluarkannya SK Penempatan dengan sistim one chanel itu pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan penempatan PMI berdasakan SPSK.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor pada temu wartawan di kantornya,Senin (13/3/2023) mengemukakan, hingga April 2023 adalah saat evaluasi pelaksanaan penempatam PMI ke Arab Saudi dengan menggunakan SPSK.

Afriansyah Noor mengemukakan penempatan PMI berdasarkan SPSK merupakan cara penempatan yang menjamin perlindungan PMI saat bekerja di luar negeri.
Dia sendiri belum lama berada di Uni Emirat Arab mengikuti sidang negara – negara asal pekerja migran.Pada kesempatan itu Afriansyah Noor meninjau shalter penampungan PMI bermasalah yang berangkat unprosedural.

Diharapkan, dengan penempatan PMI berskema SPSK itu,tidak ada lagi penempatan unprosedural.

Masalahnya,hingga pekan ini belum ada penempatan PMI ke Arab Saudi menggunakan skema one chanel itu.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor tidak menjelaskan, bentuk dan hasil evaluasi .

Sementara itu, menurut informasi media ini, belum terlaksannya penempatan ke Arab Saudi karena masih lakukan penyesuasian sistim aplikasi siapkerja yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan.Diperkirakan akhir Maret ini sistim Siapkerja itu sudah dapat berfungsi dan April sudah ada penempatan PMI ke Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *