Penulis: Erwan Mayulu

NAKERONLINE.COM—Pandemi Cocid-19 yang mendera Indonesia sejak akhir 2019 berdampak luas pada proses penempatan pekerja migrant ke luar negeri. Data di Kementerian Ketenagakerjaan menunjukan, sepanjang 2020 jumlah penempatan PMI menurun tajam hingga 40,8 persen yaitu hanya 113.173 orang.

Penurunan tajam penempatan PMI dipengaruhi dua faktor. Pertama, pada awal pandemic pemerintah menghentikan sementara penempatan PMI ke luar negeri. Meski kini sudah dibuka kembali, namun pemerintah memperketat penempatan dengan mengeluarkan aturan Pedoman Pelaksanaan Penempatan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Beleid ini , menurut Direktur Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Eva Trisiana, pemerintah mengutamakan perlindungan PMI yang bekerja di luat negeri.

Faktor kedua, negara – negara penerima menutup peneimaan pekerjaan asing. Tercatat Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan dan negara – negara di Timur Tengah menutup penerimaan pekerja asing.

Diketahui,penyebaran PMI ADALAH negara – negara itu. “Berdasarkan data penempatan Pekerja Migran Indonesia, penempatan terbanyak ada di Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,” kata EvaTrisiana.

Jumlah PMI di luar negeri diperirakan berjumlah 9 juta orang.

 

Direktur Eva menjelaskan, selama pandemi COVID-19, pertimbangan dalam proses penempatan tidak hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga memperhatikan terbukanya akses masuk dari negara penempatan. Penempatan PMI memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan negara tujuan penempatan dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

“Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan,” kata Direktur Eva

 

 

Editor : Erwan

Sumber:Humas Kemnaker

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *